14 Bulan Hilangnya Mesin Turbin Milik PTPN IV Kebun Bahjambi, Ini Dugaan Aktivis LAH Komid Tipikor

14 Bulan Hilangnya Mesin Turbin Milik PTPN IV Kebun Bahjambi, Ini Dugaan Aktivis LAH Komid Tipikor
PLTA Bah Ilang Milik PTPN IV di Lokasi Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun

SIMALUNGUN - Mesin utama Pembangkit Listrik Tenaga Air Bah Ilang milik PTPN IV berupa satu unit mesin Impeler Turbin-2 sebelumniya dinyatakan hilang dari posisinya di Installasi, tepatnya di lokasi Areal Afdeling 5, Unit Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Peristiwa hilangnya satu unit mesin yang merupakan sumber utama penghasil tenaga arus listrik peninggalan zaman Kolonial Belanda itu, hingga kini belum ada kejelasan dan untuk diketahui bahwa aset milik perusahaan BUMN itu dinyatakan hilang pada, hari Selasa (30/12/2019) pagi lebih dari setahun yang lalu.

"Harga mesin turbin itu sesungguhnya tak terhitung nilainya, karena barang itu sudah langka, bekas peninggalan zaman penjajahan Belanda, " sebut Randy H Tampubolon, S.H., Direktur Eksekutif Lembaga Advocasi Hukum Komite Independen Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (LAH KOMID TIPIKOR) dalam pesan selular yang diterima jurnalis Indonesiasatu.co.id, Minggu (02/05/2021) sekira pukul 20.00 WIB.

Melalui pesan percakapan selularnya Randy H Tampubolon selanjutnya mengutarakan, soal kasus hilangnya satu unit mesin pembangkit tenaga arus listrik dari lokasinya, terkesan ditutup-tutupi.

"Ketika dipertanyakan kepada pihak Managemen PTPN IV melalui Asisten Personalia Kebun Bah Jambi terkesan sangat tertutup dan bahkan bungkam tak ingin menjelaskan, " kata Randy H Tampubolon seraya menyebutkan akan menyurati pihak Direktur PTPN IV dan juga menyampaikan kepada Polda Sumatera Utara.

Randy Tampubolon menegaskan, pihaknya mencampuri permasalahan hilangnya mesin itu sesuai dengan fungsi kontrol sosial masyarakat. Pihaknya merasa berkewajiban turut melakukan pengawasan terhadap keberadaan aset berharga milik perusahaan plat merah itu.

"Bukan tanpa alasan pihak kami melakukan pemgawasan terhadap harta atau aset milik perusahaan persero PTPN IV, " jelas Randy.

Lebih lanjut, Randy Tampubolon menjelaskan, aset tersebut mutlak milik Kementerian BUMN RI, yang tercatat dan inventarisnya digunakan oleh pihak PTPN IV Unit PKS Bah Jambi dan semenjak kasus hilangnya mesin turbin itu proses pengusutan kasusnya terkesan jalan di tempat.

"Kita akan tindak lanjuti, kasus raibnya mesin turbin belum terungkap, padahal telah dilaporkan resmi kepada pihak Polsek Tanah Jawa dan laporannya berNomor : STTLP/206/XII/2019/SU/Simal Sek-Tanah Jawa , tanggal 12 Desember 2019 silam, " ungkap Tampubolon.

Menurut Randy Tampubolon lebih lanjut terkait kasus ini, pihaknya menduga ada unsur kesengajaan oknum karyawan setempat dan turut serta melakukan penggelapan atau menghilangkan mesin turbin.

"Ada bertugas di lokasi untuk pengamanan dan kami kira si oknum pengamanan ini, keterangannya harus diperiksa intensif oleh pihak Kepolisian, " ujar Randy penasaran.

Pasalnya, selain adanya karyawan pengamanan, di saat bersamaan pihak vendor PTPN IV sedang beraktivitas memperbaiki installasi PLTA Bah Ilang.

"Ketika terungkap aset perusahaan hilang, ada petugas keamanan di lokasi dan secara kebetulan pihak vendor PTPN IV Distrik 1 Bah Jambi juga berada di lokasi PLTA itu dan kami jelas menduga adanya keterlibatan orang dalam perusahaan atas hilangnya mesin turbin itu, " tegasnya.

Lebih lanjut Randy berharap, pihak Kepolisian dalam hal ini Kapolsek Tanah Jawa segera menindaklanjuti laporan pihak Managemen PTPN IV, mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku pencurian asset milik perusahaan BUMN. Randy juga menyebutkan bahwa pihak LAH Komid Tipikor menduga keterlibatan karyawan perusahaan dalam kasus hilangnya mesin turbin.

"Setidaknya oknum pengamanan di lokasi itu, turut bertanggung jawab dan sekedar diketahui, mesin itu berukuran 500 Centimeter persegi dengan berat mencapai, lebih dari 300an Kilogram dan kondisi jalan menuju ke lokasi PLTA Bah Ilang tergolong sulit dilalui, jalanan terjal menurun ke arah bendungan air, " tutup Rendy.

Managemen PTPN IV dikonfirmasi melalui Asisten Personalia Kebun Bahjambi Commer Purba, dimintai tanggapan terkait informasi, pihak Kepolisian kembali memeriksa keterangan saksi-saksi atas hilangnya mesin Impeler Turbin-2 di PLTA Bah Ilang.

Asisten Personalia Kebun Bahjambi Commer Purba terkesan enggan menanggapi penyampaian jurnalis indonesiasatu.co.id yang terkirim melalui pesan percakapan selularnya dan tampak dalam laporan, pesan terkirim sukses dan telah dibaca olehnya.

Terpisah, Kapolsek Tanah Jawa dihubungi melalui pesan aplikasi Whatsapp, dikonfirmasi tentang kelanjutan penanganan kasus hilangnya aset milik PT (Persero) Perkebunan Nusantara IV, berupa satu unit mesin pembangkit tenaga arus listrik type Turbin Impeller-2 dan laporannya bernomor : STTLP/206/XII/2019/SU/SIMAL Sektor - Tanah Jawa, Tanggal 31 Desember 2019 lalu.

"Kami baru gelar kembali kasus ini sesuai perkembangan lidik yang kami lakukan, saat ini kembali periksa saksi-saksi untuk pendalaman, " sebut Kompol Selamat dalam pesannya, Senin (03/05/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

(Amry Pasaribu)

simalungun sumut
Amry Pasaribu

Amry Pasaribu

Previous Article

Kapoldasu: Jadikan Media Sebagai Mitra Strategis

Next Article

Kepergok Buang Sabu 0,40 Gram di Gang Sewu,...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 124

Postingan Tahun ini: 563

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 1011

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 48

Postingan Tahun ini: 537

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 48

Postingan Tahun ini: 192

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Kadis Dikbud Buteng: Kalau Ada Honornya GTT di Bawah Satu Juta, Laporkan ke Saya

Follow Us

Recommended Posts

Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka
Diduga Tidak Sanggup Bayar Uang Persalinan, Dedek Elivia Ditahan RS Bina Kasih
Penyidik Jampidsus Serahkan Berkas Perkara Tahap Satu Dugaan Penyimpangan Pengalihan IUP Batubara di Kabupaten Sorolangun
Dukung Program Jangan Mudik, Jaksa Agung Buka Pasar Murah Virtual Untuk Pengemudi Ojek Online
Penyidik Jampidsus Serahkan Berkas Tahap Dua Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri