Nelayan Traditional: Tangkap Pukat Trawl di Belawan

Nelayan Traditional: Tangkap Pukat Trawl di Belawan

MEDAN - Nelayan tradisional kembali menyampaikan dan menyuarakan aspirasinya terkait pukat trawl di Belawan yang sudah merugikan banyak pihak, Senin (3/5/2021) Pukul 11:36 Wib.


Nelayan tradisional bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Traditional (ALAM PETA) menyuarakan aspirasinya didepan pagar Markas Besar Poldasu jalan Sisingamangaraja, Km. 10, 5 No.60 Medan.


Aksi tersebut dilakukan sudah yang kedua kalinya, aspirasi pertama dilakukan tanggal 26 April 2021, dan terima oleh Wadir intelkam, Jhonson Marudut Hasibuan, "tanggapannya akan kita tindak lanjuti dan akan melaporkan kepada pihak yang berwenang di Polda, " ujarnya.


namun tuntutan Nelayan traditional ALAM PETA tidak membuahkan hasil maka dari itu dengan dukungan dan keyakinan penuh Nelayan Tradisional bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (ALAM PETA) melakukan aksi kedua, mereka berharap aksi tersebut segera ditanggapi oleh Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra.


Adapun tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (ALAM PETA) dan juga para Nelayan Tradisional meminta kepada Kapolda Sumatera Utara untuk segera turun tangan melihat persoalan Pukat trawl di Belawan yang sudah merugikan banyak pihak 


"Tangkap seluruh mafia Pukat trawl yang masih beroperasi sampai hari ini di perairan Belawan, mendesak PSDKP Belawan untuk menangkap seluruh mafia Pukat trawl yang sudah merajalela di perairan Belawan, " ujar Iskandar.


Lebih lanjut, koordinator lapangan ALAM PETA, Iskandar Mubin Dongoran menyebutkan, " Pukat trawl melanggar undang-undang dan peraturan menteri. Memberhentikan Pukat trawl jenis apapun di perairan Belawan karena telah melanggar aturan negara, " pungkasnya.


Ditempat yang sama aksi nelayan traditional dan ALAM PETA yang menyuarakan aksi di depan Markas Besar Poldasu diterima oleh Kaurpensat Subbidpenmas Bidhumas Polda
Sumut TIK, Kompol Muridan mengatakan, " Buat laporan resmi ke SPKT dulu, ketika surat masuk, maka akan di disposisikan surat tersebut, " ungkapnya. (Alamsyah)

SUMUT MEDAN
Alamsyah Putra

Alamsyah Putra

Previous Article

14 Bulan Hilangnya Mesin Turbin Milik PTPN...

Next Article

Kepergok Buang Sabu 0,40 Gram di Gang Sewu,...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 124

Postingan Tahun ini: 563

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 57

Postingan Tahun ini: 1010

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 48

Postingan Tahun ini: 537

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 47

Postingan Tahun ini: 191

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Kadis Dikbud Buteng: Kalau Ada Honornya GTT di Bawah Satu Juta, Laporkan ke Saya

Follow Us

Recommended Posts

Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka
Diduga Tidak Sanggup Bayar Uang Persalinan, Dedek Elivia Ditahan RS Bina Kasih
Penyidik Jampidsus Serahkan Berkas Perkara Tahap Satu Dugaan Penyimpangan Pengalihan IUP Batubara di Kabupaten Sorolangun
Dukung Program Jangan Mudik, Jaksa Agung Buka Pasar Murah Virtual Untuk Pengemudi Ojek Online
Penyidik Jampidsus Serahkan Berkas Tahap Dua Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri