4 Terdakwa Kasus Pengeroyokan Hingga Tewas Divonis 4 Bulan

4 Terdakwa Kasus Pengeroyokan Hingga Tewas Divonis 4 Bulan
Kantor Pengadilan Negeri Simalungun, Konferensi Pers Terkait Kasus Youvandri dan Alm Youvandri Purba

SIMALUNGUN - Majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun diketuai Abd Hadi Nasution dalam agenda sidang putusan, menjatuhkan hukuman selama 4 (empat) bulan kurungan kepada 4 (empat) orang tersangka, atas perkara bernomor : 96/Pid.B/2021/PN Simalungun yakni, pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya tewas.

Sidang putusan terhadap ke empat tersangka telah merenggut paksa nyawa Youvanri Aldryansyah Purba (21) dan terjadi tepatnya di rumah yang ditempati Husni salah seorang Manager PT Bridgestone Dolok Merangir, Perumahan Cendana, Nagori Dolok Merangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Minggu dinihari (27/12/2020) sekira pukul 01.30 WIB yang lalu.

Dalam persidangan itu, Ketua Majelis Hakim yang beranggotakan Mince Setyawati Ginting dan Aries Kata Ginting, membaca putusannya bertempat di ruang Tirta 2, Pengadilan Negeri Simalungun, di jalan Asahan, Kilometer 4, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (22/04/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Sidang itu digelar berdasarkan Surat Pelimpahan yang diterima pada hari Rabu, 10 Maret 2021, bernomor : B-571/L.2.24/Eoh.2/03/2021, dengan putusannya 4 (empat) bulan kurungan, sementara tuntutan JPU Dedy Chandra Sihombing, menyatakan 7 (tujuh) bulan kurungan, terhadap ke tiga terdakwa, Hendri Sahputra Damanik, Hendrik Syahputra dan Sonni Ade Prabudi Lubis dan Husni (berkas terpisah).

Lebih lanjut, amar putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Simalungun Abdul Hadi Nasution, yakni mengadili dan menyatakan ke tiga terdakwa terbukti secara sah serta menyakinkan melakukan tindak pidana sesuai alternatif kedua dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum yakni, Pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Disebutkan dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim Abdul Hadi Nasution, atas kematian Youvanri Purba dipersangkakan atau menurut pengakuan para terdakwa diduga melakukan pencurian di rumah Husni Manager PT Bridgestone telah dipertimbangkan sesuai fakta-fakta yang terungkap.

Selanjutnya, pertimbangan amar putusan dalam sidang secara virtual itu, Majelis Hakim menyebutkan bahwa antara para terdakwa dan keluarga korban Youvanri telah sepakat, melakukan perdamaian serta pertimbangan lainnya, aksi nekat para terdakwa mempersekusi, tak terlepas dari sikap korban dinilai memprovokasi hingga terdakwa lakukan aksi pemukulan terhadap korban.

Akhirnya, terdakwa Hendri Sahputra Damanik, Hendrik Syahputra dan Sonni Ade Prabudi Lubis serta Husni divonis dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan, dipotong selama menjalani masa tahanan sesuai putusan dibaca oleh Ketua Majelis Hakim Abdul Hadi Nasution dengan Hakim Anggota Mince Setyawati Ginting dan Aries Kata Ginting.

Tatkala tersiar informasi tentang putusan Majelis Hakim memutuskan hukuman 4 (empat) bulan kurungan terhadap terdakwa pelaku pengeroyokan, hingga mengakibatkan korban Youvandri Aldryansyah Purba kala itu tewas di tempat kejadian perkara.

Hal ini berdampak di kalangan masyarakat dan menilai, baik tuntutan oleh JPU maupun putusan Majelis Hakim sangat tidak berkeadilan. Selain itu, masyarakat menyoal dan menuding adanya dugaan penyimpangan dilakukan JPU Dedy Chandra Purba dengan menerapkan pasal KUHPidana dalam dakwaan dan menuntut terdakwa hanya 7 (tujuh) bulan penjara.

Salah seorang penggiat sosial kontrol di wilayah Simalungun Rio Barito Damanik saat ditemui jurnalis Indonesiasatu.co.id menyampaikan, tidak masuk akal dakwaan JPUnya dan amar putusan Majelis Hakim yang tidak memberikan keadilan terhadap korban Almarhum Youvandri Aldryansyah Purba.

"Nyawa manusia direnggut paksa oleh tersangka dengan melakukan penganiayaan berat terhadap korban, kemudian pertimbangan Majelis Hakim terkait perlawanan korban, logikanya apakah seorang korban dalam adu fisik dapat mengalahkan empat tersangka, " kata Rio menggelengkan kepalanya.

Dilanjutkan, Rio mengutarakan, ringannya tuntutan JPU dan diperparah oleh putusan Majelis Hakim dalam persidangan kasus hilangnya nyawa seseorang di lokasi kejadian. Pada saat itu, publik mengetahui bahwa Youvandri Purba didapati telah meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar, tubuh korban dipenuhi bekas luka pukulan dan kedua tangannya diborgol oleh pelaku, masih melekat.

"Keji aksi terdakwa, dimulai dari tangan korban diikat, diborgol dan dipukul dengan telenan (sakkalan ; red) yang terbuat dari kayu cukup keras, mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi rumah salah satu Manager PT Bridgestone itu, " kata Rio Damanik ditemui di seputaran Pekan Kerasaan I, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Jumat (23/04/2020) sekira pukul 16.30 WIB.

Rio Damanik menambahkan, pasca penangkapan tersangka, dalam konferensi pers dilakukan jajaran Satreskrim Polres Simalungun dipimpin Kapolres AKBP Agus Waluyo menegaskan, pihaknya menjerat para tersangka dengan Pasal 338 subsider 170 KHUPidana, dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling lama 15 tahun lamanya pada hari Rabu (30/12/2020) sekira pukul 15.00 WIB lalu.

"Kenapa fakta penyidikan dan fakta persidangan tidak sinkron ? dan saya penggiat kontrol sosial masyarakat sangat menyesalkan, mengecam dan mengutuk tuntutan JPU serta putusan Majelis Hakim atas perkara tewasnya korban akibat penganiayaan oleh terdakwa, " tandas Rio Damanik.

Terpisah, Ruslan Purba salah seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Simalungun menyampaikan tanggapannya, pada dasarnya nyawa manusia tidak dapat ditukar dengan nilai apapun, seisi dunia.

Menurutnya, tidak pantas mendapatkan putusan hanya 4 (empat) bulan penjara, sebab tewasnya korban tergolong sadis, tubuhnya dipenuhi luka akibat perlakuan para terdakwa.

"Disebutkan, adanya kesepakatan berdamai antara para terdakwa dan tentunya ada nilai materi yang diberikan kepada pihak keluarga si korban. Apa bisa nyawa ditukar dengan nilai Rupiah, perbuatan para terdakwa sadis dan tidak masuk akal, karena perdamaian hukumannya diringankan, " sebut Ruslan Purba melalui pesan aplikasi selular, Jumat (23/04/2021) sekira pukul 17.59 WIB.

Menyikapi soal perdamaian dilakukan oleh pihak keluarga korban, selanjutnya Ruslan Purba menyampaikan, selaku orang tua dari anak-anak yang telah membesarkan dengan segala bentuk suka dan duka, seandainya nyawa seorang anak yang direnggut paksa oleh pelakunya, kemudian ditukar dengan nilai materi, orang tua pastinya merelakan dan mengikhlaskan dirinya yang kehilangan nyawa asalkan anaknya tetap hidup.

"Ya, memaafkan itu sah dilakukan dan proses hukum harus berjalan semestinya berdasar aturan. Justru sebuah perdamaian tidak sah, kalau ada transaksi serah terima uang, apakah nyawa bisa dibeli, " tandas Ruslan Purba yang berdomisili di Nagori Raja Maligas, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun.

(Amry Pasaribu)

simalungun sumut
Amry Pasaribu

Amry Pasaribu

Previous Article

Pj Bupati Labuhanbatu Terima Kunjungan Danlanal...

Next Article

Operasi Keselamatan Toba 2021, Tim Supervisi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 124

Postingan Tahun ini: 563

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 55

Postingan Tahun ini: 1008

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 48

Postingan Tahun ini: 537

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 47

Postingan Tahun ini: 191

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Kadis Dikbud Buteng: Kalau Ada Honornya GTT di Bawah Satu Juta, Laporkan ke Saya

Follow Us

Recommended Posts

Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka
Diduga Tidak Sanggup Bayar Uang Persalinan, Dedek Elivia Ditahan RS Bina Kasih
Penyidik Jampidsus Serahkan Berkas Perkara Tahap Satu Dugaan Penyimpangan Pengalihan IUP Batubara di Kabupaten Sorolangun
Dukung Program Jangan Mudik, Jaksa Agung Buka Pasar Murah Virtual Untuk Pengemudi Ojek Online
Penyidik Jampidsus Serahkan Berkas Tahap Dua Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri